Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Oktober 2013

Kata Indah




Entah, sejak kapan aku membutuhkanmu
Ketika aku bahagia, aku mencarimu
Ketika aku durjana, aku mencarimu

Apa hanya aku yang merasa seperti ini?
Sobat…
Tidak! Tak hanya aku merasakannya
Perasaan senang saat tertawa
Perasaan bahagia saat bercanda
Perasaaan kecewa saat bertengkar
Perasaan sedih saat berpisah
Dan..
Perasaan lega saat bersama

Adakah kata yang lebih indah?
Lebih indah dari kata sahabat?
kata yang bisa mewakili anugerah ini
kata yang mewakili besarnya kepercayaanmu
karna..
kau yang berikan aku arti kebersamaan
berjalan bersama menuju impian
mewujudkan setiap harapan
melangkah bergandeng tangan
sobat
tetaplah seperti ini
bagaimana kamu tersenyum
seperti itulah aku tersenyum
maka tersenyumlah sebahagia mungkin…
sahabatku

Jumat, 15 Februari 2013

CUKUP SEDERHANA


Berjalanlah menelusuri jalan

Tersenyumlah manis pada waktu

Sebuah kursi slalu menunnggu kehadiranmu

Melepaskan penatmu

Melepaskan lelahmu

Hembuskanlah nafas bagai terpaan angin

Tenang dan pelan

Menyusup setiap urat nadi

Menghadirkan kesejukan setiap jiwa

Membelai helaian rambutmu

Menari-nari malu

Mengikuti irama desiran daun

Yang terpa angin


Kamis, 01 November 2012

PUISI

Jeritan Piano

 


Cahaya senja menembus ventilasi kamarmu

Silaunya menyentuh wajah pucatmu

Namun, matamu masih enggan terbuka

Teriknya juga tak mampu menghangatkan tubuh dinginmu

 

Izinkan …


Izinkan aku terus berdansa dengan jemarimu

Menarilah diatas tuts-tuts hitam putihku

Curahkan segala penat  jiwamu

Melalui nada indahku

Bangunlah wahai pianis ku ..

 

Aku telah kusam, berdebu, dan bisu tiada nada

Buku yang berisi not indah lagumu

Rapi bersandar dipundak ku

Sekarang... lembaran-lembarannya berhamburan diterpa angin

Bukalah matamu wahai pelantun musik hati

 


Kembalilah bernyanyi bersamaku

Kan kusampaikan jeritan hatimu

Kan kuhadirkan tepuk tangan gempita penonton tuk ragamu

Jangan biarkan kaki-kakiku lapuk oleh waktu

Menunggu dirimu membuka mata dan duduk dihadapanku